Produk Kami

Mentawai VCO

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register

Syndicate

Nutrisi dan Kesehatan Minyak Kelapa PDF Print E-mail
Written by Dody Baswardojo   
Saturday, 02 July 2005

Pohon kelapa (Niu – dalam bahasa-bahasa di kepulauan Pasifik dan Papua) memiliki sejarah amat panjang dalam menyediakan bahan-bahan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia sehari-hari. Dan yang terpenting adalah minyak kelapa. Minyak ini dikenal sebagai kesehatan dalam ilmu kedokteran Ayurveda hampir 4000 tahun lalu. Dalam kedokteran Sansekerta ini, efek kesehatan minyak kelapa ini sama dengan air susu ibu (ASI). Pada jaman itu, ASI dipakai sebagai “antibiotika” setelah pembedahan mata. Riset modern menemukan hubungan antara kedua produk kesehatan alamiah itu – kandungan lipida atau lemaknya.

Selama lebih dari 30 tahun, sebuah laboratorium lipida di Amerika yang dipimpin oleh John Kabara Ph.D, memelopori riset soal hubungan antara lipida sintetik dan alamiah dengan aktivitas biologisnya. Riset menunjukkan bahwa asam-asam lemak dan monogliserida yang ditemukan di dalam dua produk alamiah ini memiliki sifat-sifat antimikrobial yang luar biasa. Selama beberapa dekade laboratorium ini telah menyeleksi sekitar 300 lipida dan struktur lain untuk mendapatkan fungsi antimikrobial. Mereka gagal. Karena tu, mereka kembali ke alam.
Kembali ke minyak kelapa dan ASI. Rantai asam-asam lemak medium dan monogliserida yang terutama ditemukan dalam minyak tropis ini dan ASI mempunyai kekuatan penyembuhan yang hebat.
Dalam sejarah kedokteran jarang sekali ditemukan zat yang sifat-sifat kegunaannya begitu luarbiasa dan tidak mengandung racun atau bahkan efek samping yang berbahaya.
Para peneliti kemudian berusaha menemukan pemanfaatan medis dan idustrial dari sepsies yang paling aktif, monolaurin. Monogliserida yang sangat murni ini lebih banyak dikenal dengan merek dagang Lauricidin daripada sekadar monolaurin karena dalam penggunaan komersial, monolaurin hanya murni 45-55% dan tak memiliki sifat-sifat antimikrobial. Pemakaian pertama monolaurin adalah dimasukkan ke dalam margarin sebagai pengawet makanan dan kemudian ke dalam semacam obat untuk mencegah infeksi sumsum tulang belakang.
Setelah itu Lauricidin dipakai dalam kosmetika, obat-obatan dan dalamn kedokteran klinis. Sebagai makanan suplemen, efek antibiotika dan antivirus monolaurin sangat luar biasa. Sejak lebih dari 16 tahun lalu monolaurin diketahui dapat melawan virus-virus yang berlapisan lipida. Penelitian mengenai monolaurin pun berkembang pesat, dan sekarang banyak dipakai untuk: perawatan gigi, tukak lambung, herpes genitalia, hepatitis C, serta HIV/Aids.
Konferensi Masyarakat Kimia Amerika pada 1995 mengakui turunan minyak tropis ini akan menjadi minyak kesehatan dalam milenium ketiga ini. Karena monolaurin tak hanya punya sifat antibiotik dan antivirus, tapi juga tak menyebabkan resistensi. DB

Last Updated ( Monday, 09 June 2008 )
 
Next >